Ustadz Ali Margosim Askarillah
Ustadz Ali Margosim Askarillah

Sering kali saat ini berbagai kisah mengenai pernikahan yang di luar logika seperti kisah seorang wanita kabur dengan dukun yang baru saja terjadi menjadikan viral di berbagai platform sosial media, disinilah yang begitu mengkhawatirkan bagi para orang tua saat anaknya yang terutama wanita.
Maka orangtua harus menanamkan kepada anak-anaknya, iman yang kuat, kecerdasan karena kita telah berada di sebuah zaman dimana jika kedua ini tidak kuat maka anak-anak kita akan mudah ditindas oleh zaman.

Lalu Siapakah Orang yang Dikatakan Siap?

1. Iman (agama) yang kuat, agama, dimana hal ini mutlak yang tidak perlu diperdebatan. Dalam sebuah Riwayat Rasulullah SAW mengajurkan untuk memilih calon pasangan yang baik agamanya.
“Wanita biasanya dinikahi karena empat hal: karena hartanya, karena kedudukannya, karena parasnya dan karena agamanya. Maka hendaklah kamu pilih karena agamanya (keislamannya), sebab kalau tidak demikian, niscaya kamu akan merugi.”
(HR. Bukhari-Muslim)
2. Memiliki pengetahuan yang luas, memiliki kecerdasan dalam memilih yang tepat, karena pemilihan itu berdampak kepada masa depan kita. Baik masa depan di dunia maupun masa depan diakhirat.
Berbagai fenomena yang kerap terjadi di masyarakat saat ini seperti perempuan kecil yang menikah dengan kakek-kakek yang tidak tahu apa motif di balik semua itu, juga anak muda saat ini yang biasanya dari pelosok atau bahkan dari kota sekalipun saat baru mengenal dunia maya, mereka dapat terbuai dengan mudah diatas namakan cinta. Bermula dari berteman di facebook, kemudian bertukar nomor handphone, lalu pacaran jarak jauh sampai mengambil keputusan untuk menikah kemudian cerai.
Ini tren dimana logika tidak berfungsi, seharusnya adalah kita tetap memakai logika. Kenapa? agar menyatunya 2 hati ini diatur dengan koridor syariat dan sunah yang telah diatur.
Anak-anak muda banyak berpikir bahwa cinta saja cukup. Pemahaman cinta yang pendek membuat seseorang dapat menjadi korban atas nama cinta.
3. Klop, adanya rasa keterkaitan antara kedua hati. Walaupun belum dapat pekerjaan yang mapan, yang penting rajin dan bertanggung jawab. Lihatlah kepribadiannya, karakter, pekerja keras, maka dia layak dijadikan pasangan.

Apa Saja Unsur dari Cinta?

1. Mulia, orang yang memiliki cinta dalam dirinya sudah pasti mempunyai akhlak yang mulia, sudah pasti cara berpikir dan tutur katanya baik, kemudian kegiatan-kegiatan yang dilakukannya itu adalah kegiatan yang positif. Jika kita melihat orang yang bermalas-malasan, berbuat maksiat, maka mereka yang seperti ini tidak layak dijadikan partner cinta baik laki-laki maupun wanita. Karena kita akan menjalani kehidupan yang tidak pendek, mungkin saja 70 tahun atau lebih, masak kita akan menderita selama itu? Ditambah lagi di akhirat kelak yang tak memiliki batas waktu. Jadi, apabila kita menikah dengan orang yang salah, maka bersiap-siaplah untuk menderita seumur hidup, jika tidak menderita maka cerai.
2. Suci, kalau dia mengajak pacaran, menggunakan kata yang kotor, mengajak berduaan yang menjadi terjadi ikhtilat, maka sesungguhnya dia tidak mempunyai cinta tapi syahwat. Apabila dia memang suka kepada kita maka dia ke rumah, jadi yang diberikannya bukan setangkai bunga, tapi maskawin, itulah laki-laki hebat.
3. Indah, elok dipandang, tutur bahasanya indah, ada sikap dimana bijak, dewasa, bijaksana.
Jadi cinta tetap pakai logika, maka jangan sembarangan memiliki pasangan. (ref)

 

*Narasumber SIPP FM dalam program “Rumahku Surgaku”

*Praktisi ketahanan keluarga, spesialis anti selingkuh