Makna Pergantian Tahun Bagi Seorang Muslim  

Segala puji bagi Allah yang menjadikan malam dan siang silih berganti sebagai ‘ibrah (pelajaran) bagi orang yang ingin mengambil pelajaran atau orang yang ingin bersyukur. Shalawat dan salam semoga tercurah kepada suri tauladan kita, Rasulullah Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam, hamba-Nya yang paling bersyukur, dan utusan-Nya yang mengajarkan bagaimana bersyukur dengan sebaik-baiknya kepada umatnya, amma ba’du.

Di dalam berjalannya waktu, silih bergantinya hari dan berlalunya bulan dan tahun, terdapat pelajaran yang berharga bagi orang yang mau merenungkannya.Tidak ada satu tahun pun berlalu dan tidak pula satu bulan pun menyingkir melainkan dia menutup lembaran-lembaran peristiwanya saat itu, pergi dan tidak kembali. Jika baik amal insan pada masa tersebut, maka baik pula balasannya. Namun jika buruk, penyesalanlah yang mengikutinya.

Setiap masuk tahun baru, manusia menutupkan lembaran-lembaran tahun yang telah dilewatinya, sedangkan dihadapannya ada tahun baru yang menjelang.

Bukanlah inti masalah ada pada kapan tahun baru usai dan menjelang, akan tetapi yang menjadi inti masalah adalah dengan apa kita dahulu mengisi tahun yang telah berlalu itu dan bagaimana kita akan hiasi tahun yang akan datang.

Sebagai seorang muslim, ada dua tafakur yang mesti kita lakukan, yakni:

  1. Tafakkur hisab (intropeksi).

Dia memikirkan dan menghitung-hitung amalannya di tahun yang telah silam, lalu dia teringat (tadzakkur) akan dosa-dosanya, hingga hatinya menyesal, lisannya pun beristighfar memohon ampun kepada Rabbnya.

  1. Tafakkur isti’daad (persiapan)

Dia mempersiapkan ketaatan pada hari-harinya yang menjelang, sembari memohon pertolongan kepada Tuhannya, agar bisa mempersembahkan ibadah yang terindah kepada Sang Penciptanya, terdorong mengamalkan prinsip hidupnya yang terdapat dalam Q.S AlFatihah {إياك نعبد وإياك نستعين }

“Hanya kepada-Mulah, kami beribadah dan hanya kepada-Mulah kami menyembah”.

Mempersiapkan impian-impian yang bernilai ibadah di sisi Allah.

Begitu kira-kira saran yang sering kita dengar tiap pergantian tahun. Namun kadang kita tidak juga bisa melakukan perbaikan di tahun depan lebih baik. Barangkali ada yang perlu di boost dari mindset kita, pola pikir kita.  Salah satu yang bisa kita maksimalkan adalah dengan memiliki infinite mindset.

Pernah dengar istilah shounen atau cerita kartun jepang, yang awal sebagai hiburan di masa kecil dan remaja seringkali bisa menginspirasi penontonya buat melakukan hal-hal luar biasa dalam hidup.

Salah satu unsur yang paling umum di cerita tersebut adalah tentang mewujudkan mimpi. Contoh saja, Naruto yang ingin menjadi Hokage, atau cerita kartun One Piece yang bagi generasi milenial, udah ada sejak mereka SD sampai mungkin sekarang anak juga sudah tamat SD masih menjadi salah satu cerita yang ditunggu karena belum ending.

Selain karena cerita yang seru, perjuangan tokoh utamanya cukup menarik karena mengingatkan tentang konsep meraih mimpi. Yang disebut dengan infinite mindset.

Sedikit review tentang One Piece. Cerita ini terjadi di sebuah dunia, dimana lautan dikuasai oleh para bajak laut. Ceritanya bermula ketika seseorang bernama Gol D. Roger yang disebut sebagai raja bajak laut dihukum mati oleh pemerintah dunia dalam cerita tersebut.

Sesaat sebelum meninggal, dia bilang kalau harta karun yang dimilikinya boleh diambil oleh siapa yang mau dan ia mengizinkannya. Katanya semua hartanya yang paling berharga ia tinggal di tempat tersebut. Itu kata-kata terakhirnya yang kemudian menginspirasi banyak bajak laut untuk mengarungi lautan mencari harta tersebut.  Dan harta ini lah yang disebut sebagai One Piece.

Bertahun-tahun kemudian, kisah Roger ini menginspirasi seorang anak desa yang punya tubuh karet akibat makan buat setan karet bernama Monket D. Luffy. Dia bermimpi untuk menemukan One Piece  dan menjadi raja bajak laut, untuk mewujudkan mimpinya tersebut Luffy mulai berlayar meninggalkan desanya dan seiring perjalanan dia menemukan orang-orang dengan berbagai keahlian dan merekrut mereka sebagai kru. Luffy memulainya dari nol, ia mulai berlayar naik rakit dan seiring waktu ia mulai mengumpulkan teman-teman yang kuat, baik yang bergabung, atau yang bersumpah setia dengan dia, sampai banyak orang berpengaruh yang mendukung pertualangannya dan tentu saja juga menjadi musuh bagi banyak orang. Mulai dari bajak laut biasa hingga para yonko atau penguasa laut, atau marinir level bawah hingga jenderal besar.

Sesuatu yang menarik adalah kenapa tokoh Luffy ini bisa jadi sebesar ini? Dari yang bukan siapa-siapa. Bagaimana cara seorang anak desa bisa memiliki pengaruh seperti iitu?

Terlepas dari sikapnya, ia adalah seorang pemimpin yang visioner yang punya infinite mindset dan itu adalah kunci sukses.

Itu cerita animasinya, apakah ada yang kenal seseorang yang kisah lebih keren dari ini. Ya Rasulullah saw. Yang ditulis oleh Michael H Hart sebagai seorang yang paling berpengaruh dari 100 orang berpengaruh di dunia.  Beliau adalah pemimpin visioner yang mempunyai infinite mindset.

Menurut James Care, ada dua tipe game dalam hidup ini yang pertama infinite dame dan yang kedua finite game.

Finite game adalah permainan yang peraturan dan tujuannya jelas serta orientasinya untuk menang. Kayak sepak bola atau video game.

Infinite game adalah permainan yang aturan, goals dan cakupanya tidak terlalu jelas.

Kembali lagi ke One Piece, apakah harta karun yang disebut tadi jelas atau tidak? Tidak. Itu adalah infinite game dan untuk sukses dalam game yang seperti perlu seorang kapten yang memiliki infinite mindset yang kuat.

Sekarang apakah kita sudah ada yang tau kapan itu kiamat? Kapan ajal kita? Siapa jodoh kita (bagi yang belum memiliki jodoh)? Seperti apa kondisi surga?

Tidak ada diantara kita yang tau dengan jelas, kita hanya diminta untuk melakukan ikhtiar terbaik, sehingga dapat balasan terbaik. Sadarkah kita ternyata islam, telah mempersiapkan muslim untuk menjadi pribadi dengan infinite mindset.

Ciri-ciri orang dengan infinite mindset, pertama adalah bermain untuk berkembang. Tujuan mereka melakukan sesuatu adalah untuk berkembang, mereka selalu berpikir bagaimana caranya dari hal yang sedang dilakukan bisa membantu mereka untuk terus naik level. Luffy tidak terfokus pada harta One Piece saja, ia tidak keberatan untuk berhenti dan latihan untuk semakin kuat, dia rela membubarkan krunya selama 2 tahun setelah kalah di Impel Down. Dia minta mereka semua untuk mengembangkan diri untuk menjadi lebih kuat. biar di perjalan berikutnya mereka siap menghadapi tantangan dan tidak mudah tumbang.

Kedua, orang dengan infinite mindset bermain untuk berkontribusi dan bekerja sama. Mereka bermain bukan untuk mengalahkan orang lain. Mereka fokus pada cara bermain bersama dengan seru, bukan pada bagaimana orang lain kalah.

Apakah luffy pernah sembarangan menghajar orang karena tidak sepaham dengan dia. Tidak.. luffy memang sering berkelahi di lautan, tapi ia Cuma berkelahi dengan orang yang menurutnya mengganggu kebebasan orang lain. Karena buat Luffy, kebebasan adalah value utama yang dia pegang.

Ketiga, orang dengan infinite mindset bergerak untuk sesuatu yang lebih besar dari diri mereka sendiri. mereka hidup dan bekerja untuk mewujudkan tujuan besar yang mereka sudah tetapkan, dengan kepercayaan ini bahwa ada sesuatu yang lebih besar dibanding diri mereka sendiri. jadi sesulit apapun lingkungan kita, harusnya bakal lebih sulit untuk membuat kita goyah.

Waktu luffy ditawarkan kompas yang langsung menunjukkan jalan ke one piece, ia menolak tawaran tersebut. Karena kalau ia tahu cara untuk segera menemukan One Piece, maka perjalanannya akan menjadi finite game. Bagi luffy itu gak seru, bahkan lebih baik mati dibanding mengetahui itu semua.

Kenapa infinite mindset ini bisa membuat orang sukses, karena hidup ini adalah infinite game dan bukan finite game, ada banyak kemungkinan dan cara yang bisa kita coba.

Maka susah, saat kita memiliki mindset yang finite dalam game yang infinite. Cara mainnya tidak relevan dengan yang dihadapi sekarang. Beberapa orang saat masuk usia dewasa kebanyakan shock. Karena zaman sekolah kan gamenya finite, belajar apa jelas, ujian kapan jelas, target yang dicapai jelas. Karena tidak ada persiapan, jadi banyak yang shock.

Maka dari itu, dalam perjalanan ini kita perlu kenal diri sendiri, tahu kelebihan, tahu kekurangan, dan taju cara untuk mengatasinya. Dan kita butuh kapten kuat seperti Luffy. Yakni Rasulullah Shalallahu’alaihi wassalam.(*)

Materi Beranda Perempuan. Senin (27 Desember 2021).
Narasumber: Ledi Sofiana, S.Psi.