Oleh: Ustadz Kamrizal Syafri Adam, Lc., MA

Apakah yang terlintas dalam benak kita dengan judul diatas? Adalah suasana bahagia, penuh haru karena bertemu dengan orang tersayang, melepas rindu karena lama tak jumpa dengan orang terkasih. Ada air mata bahagia, ada pelukan hangat dan dalam, bahkan tak jarang, tercekat dan tersendat, kehilangan kata kata, karena perasaan yang mengharu biru, dan kebahagian yang tak terperi.

Reuni dengan orang tercinta, yang sudah lama berpisah, adalah fragmen kehidupan yang langka, karenanya, ia sangat istimewa dan spesial. Keistimewaan dan kebahagiaan itu semakin dahsyat, manakala reuni itu terjadi di Syurga, tempat kebahagiaan sejati, penuh cinta, kasih sayang, dan kesentosaan yang melimpah.

Satu persatu orang yang kita cintai dan mencintai kita telah pergi, meninggalkan kita, tak kan kembali. Wafat mendahului kita. Kehilangan orang tua tercinta, kepergian anak tersayang, kematian pasangan belahan jiwa, wafatnya saudara pautan hati, juga sahabat terkasih. Serasa ada yang tercerabut dari diri kita, ada yang hilang dari jiwa kita, dan kehampaan, yang hanya karena iman, kita dapat tabah menerimanya, dan karena adanya suatu harapan, kita bisa tegar dan tersenyum menghadapinya. Harapan itu adalah, bahwa kan datang masanya perjumpaan, akan tiba waktunya pertemuan. Ada kehidupan setelah kematian, ada pertemuan setelah perpisahan, dan orang yang beriman berharap perjumpaan itu terjadi di Syurga, ada impian untuk reuni di sana.

Betulkanh ada pertemuan setelah perpisahan? Benarkah bisa reuni orang orang terkasih dan tercinta di.akhirat sana? Orang beriman pada Allah dan hari yang akhir mengatakan dengan penuh keyakinan; “Ada!!!” Dimana? Dengan mantap mereka menjawab: ” di Syurga.!!!”. ??

Pertanyaannya adalah, apakah moment itu dinikmati semua orang? dan apakah anugrah itu di dapatkan oleh sembarang orang? Apakah semua kita bisa reuni dengan semua orang yang kita cintai? Atau…???

Allah berfirman: “dan orang-orang yang beriman, beserta anak cucu mereka yang mengikuti mereka dalam keimanan, Kami pertemukan mereka dengan anak cucu mereka (di dalam syurga), dan Kami tidak mengurangi sedikitpun pahala amal (kebajikan mereka) . Setiap orang terikat dengan apa yang dikerjakannya” (QS al-Thuur; 52, ayat 21)

Allah juga berfirman: “ (yaitu) syurga-syurga
‘Adn, mereka masuk ke dalamnya bersama dengan orang yang shaleh dari nenek moyang mereka, pasangan-pasangan mereka, dan anak cucu mereka, sedangkan para malaikat masuk ketempat tempat mereka dari semua pintu” (QS al-Ra’d; 13, ayat 23).

Ibnu Katsir mengomentari ayat ini: “Allah mengumpulkan mereka dengan orang yang mereka cintai di dalam syurga, yaitu orang tua, istri, dan anak keturunan yang mukmin dan layak masuk syurga. Sampai sampai Allah mengangkat derajat yang rendah menjadi tinggi tanpa mengurangi derajat yang tinggi sedikit pun”.

Dari ayat diatas, jelas dan tegas Allah nyatakan bahwa ada pertemuan itu dan ada reuni itu, dan itu terjadi di syurga. Tapi dengan lugas Allah juga sampaikan bahwa itu hanya Allah anugrahkan untuk dan antara orang yang beriman. Hanya bagi hamba -hamba-Nya yang shaleh. Ada syarat, ada factor, dan ada harga yang dapat membuat seseorang berjumpa/reuni/berkumpul dengan orang yang mereka cintai. Harga itu adalah iman dan amal, syarat itu adalah keimanan dan keshalehan.
Pertemuan itu tidak gratis, perjumpaan itu bukan tanpa syarat, dan reuni itu bukan cek kosong, tapi ada investasi yang mesti di lakukan, ada harga yang mesti dibayarkan, investasi dan harga itu, adalah iman dan amal shaleh.

Jika suami istri sama-sama beriman, jika orang tua dan anak sama-sama taat, jika nenek moyang dan keturunan sama-sama hamba Allah, jika handai dan taulan, sahabat dan karib sama- sama memenuhi persyaratan itu, dan sama-dama membayar harga itu, maka reuni di syurga itu akan terwujud dengan rahmat Allah, insya Allah.

Tataplah lekat-lekat orang yang kita cintai, pandang lah dalam-dalam orang yang kita sayangi, ingat lah dengan sangat orang terkasih yang sudah mendahului….lalu, yakin kah kita bahwa kita akan jumpa mereka lagi? Kalau iya, dimana? Di Syurga? (Semoga), tapi yakin kan diri kita, bahwa kita dan mereka sama-sama telah mengantongi tiket nya, sama-sama telah memenuhi syarat nya.

Jika kita belum yakin, dan dari indikasinya kita belum yakin, kita belum tenang, maka……

Kerahkan usaha terbaik kita, investasi terbesar kita, dan doa-doa tertulus kita untuk itu, bagi memastikan kita dan orang orang terkasih dan tersayang, memang layak mendapatkan anugrah Allah itu, reunian di syurga itu.

Itulah perjuangan terberat sekaligus jasa terbesar kita pada mereka yang kita sayangi, yaitu, menjaga stabilitas iman dan kwalitas keshalehan mereka, yang karenanya Allah hindarkan kita dan mereka dari neraka, dan Allah masukkan ke syurga, lalu Allah pertemukan semua, disana, di syurga, dalam sebuah moment istimewa, langka, dan penuh bahagia, yaitu:

“REUNIAN DI SYUGA ..”

“YA…Allah…selamatkan kami dan orang-orang yang kami cintai dari murka dan neraka-Mu, masukkan kami dan orang-orang yang kami sayangi ke dalam reda dan syurga-Mu, lalu sempurnakan itu, dengan bertemunya kami dan mereka di sana, dalam naungan cinta dan rahmat Mu”.