Minggu, 26 Desember 2021 menjadi salah satu hari bersejarah bagi warga RW 05 Kelurahan Kubu Dalam Parak Karakah, Padang. Pasalnya, hari tersebut diselenggarakan Grand Opening Medika Surya Praktek Dokter Mimi.

 

Pengguntingan pita pertanda resminya Medika SuryaPraktek Dokter Mimi dilakukan oleh Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Andalas (FK Unand), Ketua Ikatan Dokter Indonesia Kota Padang, dan Ketua Pengurus PKBI Sumbar. Turut serta disaksikan oleh Ketua RW 05 dan warga sekitar serta tamu dan undangan. Pada kesempatan ini juga hadir Guru Besar FK Unand yakni Prof. Dr. dr. Yanwirasti, PA(K) dan dr. Setia Budi Zein dari Bagian Anatomi FK Unand.

 

Dalam sambutannya, Hardisman selaku Ketua RW 05 menyambut baik kehadiran Praktek Dokter Mimi di lingkungan Kelurahan Kubu Dalam Parak Karakah. Diakui bahwa masyarakat butuh sosok dokter yang mau membuka diri untuk dikunjungi sehingga pada saat terjadi kondisi emergency dapat ditangani segera tanpa perlu dibawa ke rumah sakit yang jaraknya cukup jauh.

 

Ketua IDI Kota Padang, dr Muhammad Riendra, Sp BTKV(K) VE, menyatakan bahwa bentuk eksistensi seorang dokter adalah dengan membuka praktek mandiri. Beliau berpesan, “Saya berharap semua dokter yang membuka praktek mandiri tetap berpegang pada evidence based medicine (EBM). Jangan sampai di tengah jalan tergiur oleh tawaran-tawaran yang akhirnya tidak lagi memegang EBM.” Beliau juga berharap semoga dengan hadirnya Praktek Dokter Mimi memberi manfaat sebanyak-banyaknya bagi warga sekitar.

 

Selanjutnya, dr. Aladin, SpOG(K) MPH selakuKetua Pengurus PKBI Sumbar dan pemilik RSIA Rizki Bunda Lubuk Basung mengapresiasi keberanian dr. Martga Bella Rahimi, M.Biomed (akrab disapa dr. Mimi) yang memilih mengabdikan diri kepada masyarakat dan melepaskan status dosennya di FK Unand. Beliau berpesan hendaknya ruang praktek ini nantinya dapat dikembangkan menjadi klinik dan selanjutnya menjadi rumah sakit sehingga dapat melayani masyarakat luas.

 

Dekan FK Unand, Dr. dr. Afriwardi, SH, Sp.KO, MA, memberikan tausiah singkat terkait pentingnya meminta petunjuk dari Allah SWT dalam setiap pengambilan keputusan terutama dalam hal kesehatan pasien. Beliau berpesan bahwa hanya Allah SWT yang kuasa menunjuki jalan yang lurus kepada mereka yang meminta. Beliau juga menitipkan dr. Mimi kepada masyarakat setempat agar dapat dimanfaatkan sebanyak-banyaknya.

 

Dalam wawancara singkat, dr. Mimi mengaku bahwa membuka praktek mandiri adalah cita-citanya sejak lama. Setelah mengabdikan diri di FK Unand selama 3 tahun 8 bulan, akhirnya dr. Mimi memilih untuk pamit dari civitas akademika FK Unand dan hadir di tengah-tengah masyarakat Kelurahan Kubu Dalam Parak Karakah. Dia berharap kehadirannya dapat mendatangkan manfaat bagi masyarakat serta berkolaborasi dengan sejawat di Puskesmas Parak Karakah yang dipimpin oleh dr. Ulfia Izzati. (r)