Persahabatan Yang Membawa Ke Surga Allah SWT

Sumber: Fitria Ramadhani

Manusia diciptakan untuk saling hidup berdampingan dan berpasangan. Begitupun dalam memilih seorang teman atau sahabat sebagai pendamping hidup kita yang mana nantinya menjadi jembatan bagi kita untuk kembali bertemu di surganya Allah.
Dalam pandangan islam, terciptanya hubungan berupa persahabatan merupakan salah satu hal yang sangat dianjurkan oleh Allah SWT. Oleh karena itu, terdapat hadist yang menjelaskan bagaimana kita harus memilih sahabat yang baik. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :
“Perumpamaan teman yang baik dan yang jahat adalah seperti orang yang membawa minyak wangi dan tukang pandai besi. Yang membawa minyak wangi, boleh jadi dia memberimu, atau kamu membeli daripadanya, atau paling tidak kamu mendapatkan harum semerbak daripadanya. Adapun tukang pandai besi, boleh jadi bajumu terbakar karenanya, atau kamu mendapatkan bau busuk daripadanya.”(HR Al-Bukhari dan Muslim).
Hadist diatas menjelaskan bagaimana kita harus selektif dalam memilih sahabat. Jika bersahabat dengan orang yang saleh maka akan mendatangkan banyak kebaikan seperti orang yang membawa minyak wangi yang memberikan manfaat dengan menyebarkan keharuman dari minyak wangi tersebut. Kebaikan yang diperoleh bersahabat dengan orang yang saleh lebih banyak dan lebih utama dari orang yang membawa minyak wangi. Karena bersahabat dengan orang yang beriman, dan memiliki ketakwaan kepada Allah SWT itu sudah mendapatkan pahala, apalagi dengan menyukai mereka dan meniru perbuatan baik mereka akan membuat kita dikumpulkan di surga bersama nantinya.
Kriteria sahabat yang baik adalah sahabat yang mau mengingatkan kita ke jalan yang benar, menjadi kekuatan ketika kita mengalami kegagalan, menjadi penghibur ketika kita dalam kesedihan, menjadi penuntun kita ketika dalam kebuntuan, mengajarkan hal-hal yang bermanfaat bagi dunia maupun agama, memberikan motivasi untuk senantiasa mengingat Allah SWT, dan mengajak kita menjadi hamba Allah yang taat.
Namun sebaliknya, jika kita bersahabat dengan orang yang buruk maka ada kemungkinan bahwa kita akan menjadi jelek atau kita akan ikut memperoleh kejelekan yang dilakukan oleh sahabat kita. Bersahabat dengan orang yang buruk dapat membahayakan diri dan memberikan pengaruh buruk bagi lingkungan dan sekitarnya, kita akan menjadi orang yang memiliki perilaku buruk tanpa kita sadari dan hal itu akan menjadi penyebab kehancuran untuk diri kita sendiri dan lingkup pertemanan yang menjadi tidak baik. Allah SWT sangat menyayangi hamba-hambanya sehingga dalam syariat yang dibawakan oleh Nabi-Nya menyuruh kita untuk pandai dan berhati-hati dalam memilih teman. Itu semua bertujuan agar kita selamat di dunia maupun di akhirat.

 

Ada keutamaan yang juga merupakan kenikmatan yang besar jika kita bersahabat dengan orang yang saleh dimana persahabatan akan tetap berlanjut sampai ke surga dan akan kekal selamanya. Tentu kenikmatan yang sangat besar, karena persahabatan tidak berakhir ketika salah satu dari kita menghadapi kematian.
Salah satu dalil bahwa akan ada persahabatan di hari kiamat akan berlanjut bahwa orang yang saling mencintai (termasuk para sahabat) akan dikumpulkan bersama di hari kiamat. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Setiap orang akan dikumpulkan bersama orang yang ia cintai.” (HR. Bukhari dan Muslim).
Untuk memfasilitasi hal ini, Allah SWT memberikan keutaamaan kepada seseorang untuk memberikan syafaat kepada sahabatnya yang lain, agar mereka bisa sama-sama masuk surga dan berkumpul kembali. Hasan Al- Bashri berkata, “Perbanyaklah berteman dengan orang-orang yang beriman. Karena mereka memiliki syafaat pada hari klamat.” (Ma’alimut Tanzil).
Persahabatan dalam islam menjadi salah satu nikmat yang diberikan Allah SWT kepada umat manusia dan juga sebagai fungsi agama islam itu sendiri. Memiliki sahabat merupakan salah satu bentuk makhluk sosial yang tidak dapat dipungkiri dan merupakan hakikat manusia menurut islam.

Tinggalkan komentar