Pemulangan Jemaah Haji di Bandara Jeddah lebih Cepat

Riyadh | sippfm.com Jamaah haji Indonesia kembali menjadi penikmat pertama inovasi layanan haji Arab Saudi. Inovasi kali ini diberi nama Iyab yang artinya pulang. Sebanyak 16 kloter jamaah embarkasi Surabaya, Jakarta, dan Bekasi akan menjadi objek uji coba implementasi program Iyab.

Jamaah Indonesia mulai menjalani proses pemulangan ke tanah air pada 17 Agustus nanti. Kepala Daerah Kerja (Daker) Mekkah Subhan Cholid menuturkan pemulangan perdana adalah Kloter JKS-01. Mereka mulai keluar dari hotel 17 Agustus dini hari pukul 00.15 waktu setempat. Sementara jadwal terbangnya pukul 08.15 waktu setempat.

“Kami menerapkan sistem J-8,” katanya kemarin (14/8). Maksudnya adalah selang delapan jam dari jadwal penerbangan, jamaah sudah keluar hotel untuk menuju Jeddah. Subhan merinci estimasi dua jam untuk perjalanan dari Makkah menuju bandara Jeddah. Kemudian enam jam untuk proses di bandara.

Melalui inovasi program Iyab itu, otoritas penerbangan sipil Arab Saudi ingin mempercepat proses jamaah di bandara Jeddah. Sehingga jamaah tidak perlu berlama-lama di bandara. Setibanya jamaah di bandara bisa langsung pengecekan tas tenteng kemudian masuk ke pesawat.

Subhan menuturkan belum mendapatkan penjelasan detail terkait program Iyab tersebut. Dia berencana akan menggelar rapat dengan Garuda Indonesia dan Saudi Arabia Airlines terkait pelaksaan Iyab serta proses pemulangan jamaah. “Yang pasti proses Iyab ini baru diberlakukan pada pemulangan haji tahun ini. Khusus untuk bandara Jeddah,” katanya.

Dia berharap proses Iyab ini diberlakukan dengan mempercepat proses imigrasi jamaah haji saat kepulangan. Caranya jamaah tidak perlu lagi melakukan proses pemeriksaan biometrik yang detail. Sebab data biometriknya menggunakan data saat kedatangan dahulu. Data-data biometrik tersebut tentunya sudah disimpan oleh otoritas bandara Jeddah. “Iyab ini kebalikannya fast track,” kata Subhan.

Pada inovasi fast track atau jalur cepat, jamaah haji Indonesia melanggang dengan cepat keluar bandara. Sebab proses biometrik dan keimigrasiannya sudah dilkaukan di Indonesia. Subhan menuturkan, selama ini proses pengecekan tas tenteng dan imigrasi bisa memakan waktu berjam-jam untuk rombongan tiap kloternya.

Sumber: padek.co

Tinggalkan komentar