Padang,sippfm.com —Guna menuntaskan program kerja 100 hari, Gubernur dan Wakil Gubernur Sumatera Barat (Sumbar) Mahyeldi Ansharullah dan Audy Joinaldy, terus melakukan koordinasi dengan kabupaten kota serta pemerintahan pusat. Beberapa upaya lobi mulai menampakkan hasil positif. Beberapa usulan pembangunan di Sumbar mulai mendapat perhatian. Diantaranya pembangunan Monumen Bela Negara di Kabupaten 50 Kota, Sumatera Barat. Menurut Gubernur Sumbar, Mahyeldi mengatakan pembangunan monumen bersejarah itu akan segera terealisasi setelah sebelumnya Gubernur melakukan konsultasi dan koordinasi ke Kementerian Polhukam.

 

Menurutnya, monumen bela negara dengan anggaran sekitar Rp. 600 Miliar akan dikerjakan atas kolaborasi enam kementerian dengan Intruksi Presiden (Inpres). Mahyeldi menambahkan, tidak hanya sebatas pembangunan monumen, keenam kementerian juga akan membangun akses dari Suliki ke Bonjol Pasaman, lalu akses dari Gunuang Omeh ke Palupuah, termasuk akses ke Provinsi tetangga, Provinsi Riau.

 

Selain itu, proyek pembangunan lainnya yang juga mendapat dukungan adalah kelanjutan pembangunan jalan tol Padang – Pekanbaru. tanggal 25 Maret lalu kita menerima informasi bahwa jalan tol akan dilanjutkan dengan pembangunan terowongan yang ada di 50 Kota. Ada 3 titik, dengan panjangnya 10 kilometer dengan anggaran Rp.6 Triliun dan dari Bappenas sudah ada ‘green light. Tidak lupa Gubernur Sumbar tersebut meminta dukungan kepada anggota DPR RI dan DPD RI dari daerah pemilihan Sumbar untuk kelancaran pembangunan dan optimalisasi potensi di Sumbar.

 

Menanggapi hal ini, Andre Rosiade, anggota DPR RI dari Fraksi Partai Gerindra asal Sumbar mengatakan, 14 anggota DPR RI dan 4 anggota DPD RI asal Dapil Sumbar siap bekerjasama, berkolaborasi dengan pemerintah Provinsi Sumbar maupun pemerintah kabupaten dan kota.

Pembangunan Sumbar Mendapat Dukungan Pusat

Padang,sippfm.com —Guna menuntaskan program kerja 100 hari, Gubernur dan Wakil Gubernur Sumatera Barat (Sumbar) Mahyeldi Ansharullah dan Audy Joinaldy, terus melakukan koordinasi dengan kabupaten kota serta pemerintahan pusat. Beberapa upaya lobi mulai menampakkan hasil positif. Beberapa usulan pembangunan di Sumbar mulai mendapat perhatian. Diantaranya pembangunan Monumen Bela Negara di Kabupaten 50 Kota, Sumatera Barat. Menurut Gubernur Sumbar, Mahyeldi mengatakan pembangunan monumen bersejarah itu akan segera terealisasi setelah sebelumnya Gubernur melakukan konsultasi dan koordinasi ke Kementerian Polhukam.

Menurutnya, monumen bela negara dengan anggaran sekitar Rp. 600 Miliar akan dikerjakan atas kolaborasi enam kementerian dengan Intruksi Presiden (Inpres). Mahyeldi menambahkan, tidak hanya sebatas pembangunan monumen, keenam kementerian juga akan membangun akses dari Suliki ke Bonjol Pasaman, lalu akses dari Gunuang Omeh ke Palupuah, termasuk akses ke Provinsi tetangga, Provinsi Riau.

Selain itu, proyek pembangunan lainnya yang juga mendapat dukungan adalah kelanjutan pembangunan jalan tol Padang – Pekanbaru. tanggal 25 Maret lalu kita menerima informasi bahwa jalan tol akan dilanjutkan dengan pembangunan terowongan yang ada di 50 Kota. Ada 3 titik, dengan panjangnya 10 kilometer dengan anggaran Rp.6 Triliun dan dari Bappenas sudah ada ‘green light. Tidak lupa Gubernur Sumbar tersebut meminta dukungan kepada anggota DPR RI dan DPD RI dari daerah pemilihan Sumbar untuk kelancaran pembangunan dan optimalisasi potensi di Sumbar.

Menanggapi hal ini, Andre Rosiade, anggota DPR RI dari Fraksi Partai Gerindra asal Sumbar mengatakan, 14 anggota DPR RI dan 4 anggota DPD RI asal Dapil Sumbar siap bekerjasama, berkolaborasi dengan pemerintah Provinsi Sumbar maupun pemerintah kabupaten dan kota.