Padang | Sippfm.comР Pemerintah Kota Padang merancang rencana induk sistem keamanan data dalam rangka meningkatkan keamanan data dan mencegah peretasan.

Kabid Komunikasi Statistik dan Persandian Dinas Kominfo Padang, Swesti Fanloni mengatakan, Belajar dari pengalaman sebelumnya website Pemkot Padang bertubi-tubi diretas hacker, saat ini pihaknya tengah merancang rencana induk sistem keamanan data untuk menjaga data yang ada.

Menurutnya, biaya yang dikeluarkan untuk membangun sistem data tidak sedikit dan jika keamanan lemah mudah diretas akan menimbulkan kerugian yang juga besar. Apalagi sistem keamanan informasi juga merupakan salah satu indikator kinerja tahapan dan tata kelola pemerintah daerah.

Ia memberi contoh jika sistem keamanan data sudah dibangun maka dokumen yang diterbitkan Pemkot Padang dapat diidentifikasi keasliannya. Misalnya lembaran APBD elektronik yang telah diberikan barcode, jika ada satu saja yang diubah akan ketahuan dan teridentifikasi.

Demikian juga dengan penggunaan tanda tangan elektronik pejabat berwenang dalam rangka mempermudah pelayanan publik. Saat ini yang sudah menerapkan tanda tangan elektronik tersebut adalah Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil serta Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu.

Tidak hanya itu, Pemkot Padang saat ini juga tengah merancang cetak biru Padang Satu Data yang berisi data induk tentang kota. Big data ini penting karena keberhasilan pemerintah salah satunya diukur dari pencapaian Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah dan untuk mewujudkannya harus ada data yang akurat.

Sumber: antaranews.com