Kolaborasi dengan Masyarakat, Relawan PKS Bersihkan Reruntuhan Masjid Raya Kajai

PADANG, sippfm.com- Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Sumatera Barat mengerahkan puluhan orang relawannya untuk melakukan pembersihan terhadap puing Masjid Raya Kajai, Kecamatan Talamau, Kabupaten Pasaman Barat (Pasbar), Kamis (03/03/2022). Satu unit alat berat ekskavator digunakan relawan PKS dalam melakukan pembersihan puing reruntuhan masjid.

Proses clearing atas puing reruntuhan Masjid Raya Kajai yang merupakan masjid terbesar di nagari tersebut diperkirakan memerlukan waktu sekitar 5 hari. Setelah pembersihan puing reruntuhan masjid selesai akan dilanjutkan dengan pembersihan pada puing reruntuhan rumah masyarakat yang kondisinya benar-benar rusak berat atau hancur dan tidak bisa dimanfaatkan lagi sebagai tempat tinggal.

Para relawan PKS yang berpakaian kaus berwarna orange itu terdiri dari pria dan wanita. Relawan pria fokus membantu proses pembersihan puing reruntuhan, sedangkan relawan wanita fokus membuka dapur umum guna melayani para relawan, tidak saja relawan PKS, tapi juga relawan lainnya yang turut memberikan bantuan di lokasi bencana.

Sekretaris DPW PKS Sumatera Barat H. Rahmat Saleh mengungkapkan bahwa, pengerjaan clearing puing masjid terbesar di nagari Kajai merupakan kolaborasi semua elemen masyarakat. “Ada seorang pengusaha di Pasaman meminjamkan alat beratnya. Kader PKS membantu dalam merapikan puing dan membayar semua operasional mesin ekskavator selama pembersihan. Semua berjalan atas kolaborasi masyarakat, kader PKS dengan iuran anggota DPRD PKS se-Sumatera Barat dalam aksi PKS peduli gempa Kabupaten Pasaman dan Pasbar,” sebut Rahmat Saleh di lokasi pembersihan.

Sementara Kabid Humas PKS Sumbar, Mulyadi Muslim mengatakan Masjid Raya Kajai yang rubuh, harus dibangun kembali.

“Masjid sebagai rumah ibadah harus diirikan kembali, jangan biarkan menjadi monumen keganasan gempa Pasbar, itu instruksi dari Ketua DPW PKS Buya Mahyeldi,” kata Mulyadi Muslim.

Gempa berkekuatan 6,2 SR, Jumat (25/02/2022) pukul 08.39 WIB telah menyebabkan kerusakan hebat di beberapa daerah di wilayah Kabupaten Pasaman Barat dan Kabupaten Pasaman. Ribuan rumah warga yang rusak. Demikian pula sekolah, masjid, perkantoran dan fasum lainnya juga banyak yang rusak. Belasan warga meninggal dan banyak yang luka berat dan ringan. Beberapa orang belum ditemukan hingga kini, akibat tertimbun lelongsoran.

Tinggalkan komentar