Tadabbur Qs. Al Baqarah: 1-2

الم * ذَٰلِكَ الْكِتَابُ لَا رَيْبَ ۛ فِيهِ ۛ هُدًى لِّلْمُتَّقِينَ

• Surat Al Baqarah merupakan surat terpanjang dalam Al Qur’an, terdiri dari 2,5 juz, ayatnya berjumlah 286. Di dalamnya juga terdapat ayat terpanjang yaitu ayat 282 tentang hutang-piutang. Juga terdapa ayat zikir, yaitu 5 ayat pertama, ayat Kursi, dan 3 ayat terakhir.

• Dinamakan surat Al Baqarah karena di dalamnya terdapat kisah baqarah (sapi betina) yang diperintahkan kepada kaum nabi Musa untuk menyembelihnya, untuk mengetahui identitas seorang pelaku pembunuhan kala itu.

• Surat ini dibuka dengan huruf muqataah, atau huruf yang terputus, Alif Laam Miim.
Para ahli tafsir memilih ‘diam’ , tanpa menafsirkan maknanya, melainkan mengimani bahwa ini merupakan firman Allah yang hanya Dia sendiri yang mengetahui maknanya.

• Keindahan bahasa Al Qur’an diakui oleh semua kalangan, bahkan kafir Quraisy yang tiap hari menentang dakwah Islam. Para pemuka Quraisy mewanti-wanti kaum dan kerabatnya untuk tidak mendengarkan bacaan Al Qur’an karena khawatir siapapun yang mendengarkan Al Qur’an, hatinya terpengaruh. Hal tersebut terbukti dengan masuk Islam nya Umar bin Khattab setelah itu.

• Diantara bukti betapa Al Qur’an telah membuat hati pemuka Quraisy terpukau:

* Tersebutlah ada 3 elite kafir Quraisy; Abu Jahal bin Hisyam, Abu Sufyan bin Harb, dan Al-Akhnas bin Syariq, yang memiliki hobi yang sama, diam-diam di keheningan dan kegelapan malam, mengendap-endap ke dekat rumah Rasulullah untuk menikmati bacaan Al Qur’an.

* Suatu hari Rasulullah SAW pergi ke Masjidil Haram, ketika itu berkumpul tokoh-tokoh Quraisy. Di sana beliau membacakan Surat An Najm. Hingga sampai di akhir surat yang berbunyi:

فَاسْجُدُوا لِلَّهِ وَاعْبُدُوا ۩

Maka bersujudlah kepada Allah dan sembahlah Dia”. (QS An-Najm: 62)

Maka Nabi bersujud. Diluar dugaan, semua yang hadir langsung ikut bersujud, tanpa terkecuali, termasuk para pemuka Quraisy. Padahal sebelumnya mereka telah berencana membuat keributan agar orang tidak fokus mendengarkan bacaan Al Qur’an yang dilantunkan Rasulullah. Tapi mereka tidak bisa menahan diri untuk tidak menikmati bacaan mulia tersebut.

* Al Walid bin Mughirah adalah seorang tokoh terpandang di kalangan kafir Quraisy. Ia bersumpah demi Allah, bahwa bacaan Al Qur’an itu begitu manis. Memiliki thalawatan (kenikmatan, baik, dan ucapan yang diterima jiwa). Bagian atasnya berbuah, sedang bagian bawahnya begitu subur. Perkataannya begitu tinggi dan tidak ada yang mengunggulinya, serta menghantam apa yang ada dibawahnya.”

• Terbukti bahwa Al Qur’an tidak ada keraguan padanya, baik dari sisi sumber, dan proses turunnya, maupun kebenaran informasi yang disampaikan di dalamnya. Dahulu orang-orang kafir menuduh bahwa Al Qur’an adalah sihir

• Ayat ini seakan menjadi jawaban dari doa yang kita baca dalam surat Al Fatihah, yaitu petunjuk ke jalan yang lurus. Maka Al Qur’an ini adalah kunci petunjuk tersebut. Ketika kita menginginkan jalan yang lurus, maka kembalilah kepada Al Qur’an,yang merupakan panduan kehidupan manusia yang sangat jelas dan terang.

 

Wallahu a’lam.

 

Harun Al-Rasyid, Lc