Arah fikiran kita adalah faktor utama yang menentukan perjalanan hidup kita
(Dr. Muhammad Al Ghazali-jaddid hayatak)

Suatu ketika Rasulullah SAW membesuk seorang Arab kampung yang sedang sakit. Beliau menghibur dan membesarkan hati orang tersebut.
“Semoga penyakitmu menjadi penawar dosa.”
“Ya Rasulullah, mana mungkin. Ini demam yang sangat mendidih, menimpa seorang tua renta seperti saya agar menyeret saya ke liang kubur”

Karena mendengar keluhan itu, Rasulullah berkata, “Ya sudah kalau begitu, akan demikian jadinya.”

Yuk, fikirkan hal positif tentang kehidupan kita. Jika hal positif itu menjadi kenyataan, maka kita telah mendapatkan kebahagiaan yang kita inginkan. Andai kenyataan sebaliknya, bersyukurlah bahwa kebahagiaan pernah hadir dalam mimpi hidup kita.