Dibalik Kemenangan Timnas Maroko dan Mustajab Seorang Doa Ibu

JAKARTA, sippfm.com- Duel Maroko vs Portugal di Stadion Al Thumama pada Sabtu (10/12) terjadi cukup sengit. Maroko berhasil lolos semifinal setelah menyingkirkan Portugal.
Sebelumnya di babak 16 besar, Maroko juga sukses mengalahkan Spanyol. Salah satu yang jadi penentu kemenangan Maroko adalah Achraf Hakimi. Ia menjadi penendang keempat ketika adu penalti Maroko vs Spanyol di babak 16 besar Piala Dunia 2022.

Dalam program TV Spanyol El Chringuito, Hakimi pernah mengatakan,”Ibu saya adalah seorang wanita pembantu dan ayah saya adalah seorang pedagang kaki lima dan hari ini, saya bermain untuk mereka,” pungkasnya.

Doa Ibu Menembus Langit dan Bumi. Di antara banyaknya doa yang mudah terkabul adalah doa orang tua, terutama seorang ibu. Dilansir dalam buku Mukjizat Doa Ibu oleh Ustaz Sasetyo, kedudukan kaum ibu sebenarnya sangat mulia dan terhormat.

Di dalam Al-Qur’an, ibu adalah seseorang yang telah digariskan untuk mengandung walaupun dalam keadaan lemah yang selama 9 bulan harus membawa janin yang berkembang dan tumbuh bertahap. Merawat, menyusui dan memberikan cinta kepada buah hatinya jadi kasih sayang seorang ibu.

Allah SWT berfirman dalam surat Luqman ayat 14:

وَوَصَّيْنَا ٱلْإِنسَٰنَ بِوَٰلِدَيْهِ حَمَلَتْهُ أُمُّهُۥ وَهْنًا عَلَىٰ وَهْنٍ وَفِصَٰلُهُۥ فِى عَامَيْنِ أَنِ ٱشْكُرْ لِى وَلِوَٰلِدَيْكَ إِلَىَّ ٱلْمَصِيرُ

“Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu-bapaknya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Kulah kembalimu.”

Rasulullah saw berulang kali memberikan nasihat agar seorang anak menghormati dan berbakti kepada kedua orang tuanya, terutama ibunya.

Dari Abu Hurairah RA yang mengutip sabda Rasulullah SAW sebagai berikut,

عَنْ أَبِيْ هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ جَاءَ رَجُلٌ إِلَى رَسُوْلِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ :يَا رَسُوْلَ اللهِ، مَنْ أَحَقُّ النَّاسِ بِحُسْنِ صَحَابَتِي؟ قَالَ أُمُّكَ، قَالَ ثُمَّ مَنْ؟ قَالَ أُمُّكَ، قَالَ ثُمَّ مَنْ؟ قَالَ أُمُّكَ، قَالَ ثُمَّ مَنْ، قَالَ أَبُوْكَ

“Seseorang datang kepada Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam dan berkata, ‘Wahai Rasulullah, kepada siapakah aku harus berbakti pertama kali?’ Nabi shalallaahu ‘alaihi wasallam menjawab, ‘Ibumu!’ Dan orang tersebut kembali bertanya, ‘Kemudian siapa lagi?’ Nabi shalallaahu ‘alaihi wasallam menjawab, ‘Ibumu!’ Orang tersebut bertanya kembali, ‘Kemudian siapa lagi?’ Beliau menjawab, ‘Ibumu.’ Orang tersebut bertanya kembali, ‘Kemudian siapa lagi,’ Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam menjawab, ‘Kemudian ayahmu.'” (HR Al Bukhari dan Muslim).

Adapun perintah berbakti pada kedua orang tua atau birrul walidain sendiri sebetulnya sudah banyak diterangkan dalam Al-Qur’an. Salah satunya diterangkan dalam firmanNya surah Al Isra ayat 23 dan 24.

وَقَضَىٰ رَبُّكَ أَلَّا تَعْبُدُوٓا۟ إِلَّآ إِيَّاهُ وَبِٱلْوَٰلِدَيْنِ إِحْسَٰنًا ۚ إِمَّا يَبْلُغَنَّ عِندَكَ ٱلْكِبَرَ أَحَدُهُمَآ أَوْ كِلَاهُمَا فَلَا تَقُل لَّهُمَآ أُفٍّ وَلَا تَنْهَرْهُمَا وَقُل لَّهُمَا قَوْلًا كَرِيمًا

وَٱخْفِضْ لَهُمَا جَنَاحَ ٱلذُّلِّ مِنَ ٱلرَّحْمَةِ وَقُل رَّبِّ ٱرْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانِى صَغِيرًا

Artinya: “Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan ‘ah’ dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia.”

detik.com

Tinggalkan komentar