PADANG, sippfm.com- Debat kedua calon Gubernur dan wakil Gubernur Sumbar, Kamis (3/12) menyedot perhatin publik. Dalam debat yang disiarkan langsung oleh TV One itu pasangan kandidat nomor urut 4 Mahyeldi-Audy Joinaldy fokus pada upaya peningkatan kualitas SDM.

Mahyeldi disebut-sebut adalah calon kuat meneruskan kepemimpinan Gubernur Sumbar Irwan Prayitno kedepan,  menyinggung soal ketersediaan SDM di Sumbar. Menurutnya Sumbar tidak akan kelurangan SDM, karena jumlah sarjana yang dihasilkan setiap tahunnya di Sumatera Barat mencapai 38.700 orang.

“Artinya, angka pekerja sangat tinggi dan harusnya Sumbar tidak kekurangan lagi,” katanya dalam debat yang dipandu presenter TV One Tysa Novenny itu.

Sementara IPM (indeks pembangunan manusia) Sumbar, kata Mahyeldi,  berada pada posisi nomor 9 di Indonesi dengan indeks 72,39. Namun untuk Pulau sumatera berada pada nomor urut tigasetelah  Kepulaua Riau (nomor 4 ; 75.48) Riau (nomor 6; 73.12).

Mahyeldi mengatakan, lulusan Strata-1 (S1) perguruan tinggi atau sarjana mendominasi angka penganguran terbuka di provinsi dengan komposisi mencapai 8,07 persen dari total angkatan kerja 2,81 juta orang, berdasarkan catatan Badan Pusat Statistik (BPS) Sumatera Barat (Sumbar) Februari 2020.

“Selain sarjana, penganggur di Sumbar didominasi oleh tamatan SMK sebanyak 7,72 persen, SMA 5,13 persen, diploma 4,04 persen dan SMP 5,49 persen. Jumlah perguruan Tinggi di Sumatera Barat 129,” kata Mahyeldi lagi.

Mahyeldi menyebutkan, jika terpilih mereka akan memastikan IPM akan terus meningkat dan kalau bisa menjadi nomor 1 di Sumatra. ”Kami punya banyak program untuk meningkatkan SDM di Sumbar yang akan diaplikasikan dengan cepat,” kata Mahyeldi didampingi Cawagub Sumbar Audy Joinaldy.

Komisioner KPU Sumbar Izwaryani menuturkan debat kedua Pilgub Sumbar akan ditayangkan di salah satu stasiun televisi nasional yaitu TvOne.

“Aturan debat masih sama seperti debat perdana. Debat akan dimoderatori oleh penyiar TVOne, Tysa Novenny,” kata Izwaryani.

Izwaryani menambahkan, tema debat kali ini yaitu tata kelola pemerintahan, pelayanan publik, dan pembangunan sumber daya manusia. Adapun Sub-temanya kesehatan, budaya, adat, pendidikan, kebudayaan, dan keagamaan. (edt)