Virus Corona atau yang trend dengan istilah Covid 19 adalah salah satu dari tanda-tanda kebesaran Allah SWT. Dia tidak akan terjadi, tidak akan menimpa dan membahayakan siapapun, kecuali semua itu adalah atas seizin dari Allah SWT.

Ternyata fenomena seperti ini bukanlah peristiwa baru. Di zaman Rasululullah SAW pernah terjadi wabah kusta yang menular dan mematikan sebelum diketahui obatnya. Kala itu, Rasulullah SAW memerintahkan untuk tidak dekat-dekat atau melihat orang yang mengalami kusta atau lepra.

Dalam sebuah hadist, Rasullah Shallallahu’alaihi Wasallam bersabda:

‏ لاَ تُدِيمُوا النَّظَرَ إِلَى الْمَجْذُومِينَ

Artinya: “Jangan kamu terus menerus melihat orang yang menghidap penyakit kusta.” (HR Bukhari)

Pada masa pemerintahan khalifah Umar bin Khathtab juga pernah terjadi pandemi Tha’un Amwas di negeri Syam. Yang menewaskan ribuan orang dalam waktu yang singkat. Termasuk sahabat mulia Abu Ubaidah bin Jarrah, Mu’adz bin Jabal, dan Suhail bin Amr juga terkena dan wafat dengan penyakit ini.

Maka kalau kita perhatikan, virus Corona ini juga telah menjadi pandemi global, yang mengkhawatirkan sebagian besar kita. Tidak terkecuali umat Islam.

Lalu sebagai seorang beriman bagaimana kita seharusnya bersikap?

  1. Pertama, kita tidak perlu panik, karena virus ini juga merupakan makhluk Allah, tanda kebesaran Allah SWT dan tidak akan menimpa dan membahayakan siapapun kecuali atas kehendak Allah SWT.

    وَإِن يَمْسَسْكَ ٱللَّهُ بِضُرٍّ فَلَا كَاشِفَ لَهُۥٓ إِلَّا هُوَ ۖ وَإِن يَمْسَسْكَ بِخَيْرٍ فَهُوَ عَلَىٰ كُلِّ شَىْءٍ قَدِيرٌ

    Dan jika Allah menimpakan sesuatu kemudharatan kepadamu, maka tidak ada yang menghilangkannya melainkan Dia sendiri. Dan jika Dia mendatangkan kebaikan kepadamu, maka Dia Maha Kuasa atas tiap-tiap sesuatu. (Qs. Al-An’am 17)

  2. Berikhtiar menjaga diri agar tidak terkena sebaran virus tersebut. Karena hakikat tawakkal sesungguhnya adalah dengan mengikuti sunnatullah kehidupan. Menjaga kebersihan diri, senantiasa dalam kondisi berwudhu’ , menjaga imunitas tubuh kita, mengikuti arahan dari pihak berwenang seperti dokter atau pejabat terkait.

    Termasuk menginsolasi atau menjaga jarak dari orang banyak, atau menghindari berpergian ke negeri2 yang terdampak atau berpotensi terdampak.. Dengan ini artinya kita sudah berikhtiar menutup berpotensi mempercepat penyebaran virus tersebut.

    Rasulullah bersabda:

    إِذَا سَمِعْتُمْ بِالطَّاعُونِ بِأَرْضٍ فَلاَ تَدْخُلُوهَا، وَإِذَا وَقَعَ بِأَرْضٍ وَأَنْتُمْ بِهَا فَلاَ تَخْرُجُوا مِنْهَا

    “Jika kalian mendengar wabah melanda suatu negeri. Maka, jangan kalian memasukinya. Dan jika kalian berada didaerah itu janganlah kalian keluar untuk lari darinya.” (HR. Bukhari & Muslim)

    Kita lihat juga bagaimana bijaknya instruksi sahabat, Amru bin Ash ketika wabah Tha’un Amwas menimpa negeri Syam. Amr bin Ash berkata:

    “Wahai sekalian manusia, penyakit ini menyebar layaknya kobaran api. Jaga jaraklah dan berpencarlah kalian dengan menempatkan diri di gunung-gunung.”

    Mereka pun berpencar dan menempati di gunung-gunung. Akhirnya, wabah pun berhenti layaknya api yang padam karena tidak bisa lagi menemukan bahan yang dibakar.

  1. Bersabar dengan kondisi ini. Bersabar jika ujian ini datang kepada kita, fal’iyazubillah.. dan bersabar mengikuti arahan dari pihak-pihak berwenang dalam penanggulangan wabah ini.

    Karena urusan seorang mukmin itu sungguh menakjubkan. Jika mendapat kebaikan ia akan bersyukur, jika ditimpa bencana/ musibah maka dia bersabar. Dan Allah akan memberikan pahala tiada hingga bagi orang-orang yang bersabar.

    إِنَّمَا يُوَفَّى الصَّابِرُونَ أَجْرَهُمْ بِغَيْرِ حِسَابٍ

    Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah Yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas.
    (Qs. Az Zumar:10)

  2. Mendekatkan diri kepada Allah.. Memperbanyak amal shalih dan meningkatkan ibadah kita. Karena diantara yang bisa menolak datangnya musibah adalah dengan memperbanyak amal shalih seperti zikir, doa, sedekah,istighfar dan amalan-amalan lainnya

    وَمَا كَانَ اللَّهُ لِيُعَذِّبَهُمْ وَأَنْتَ فِيهِمْ ۚ وَمَا كَانَ اللَّهُ مُعَذِّبَهُمْ وَهُمْ يَسْتَغْفِرُونَ

    Dan Allah sekali-kali tidak akan mengazab mereka, sedang kamu berada di antara mereka. Dan tidaklah (pula) Allah akan mengazab mereka, sedang mereka meminta ampun (Qs. Al Anfal: 33)

  3. Meninggalkan segala dosa dan kemaksiatan, termasuk hal-hal yang berpotensi mendatangkan murka Allah SWT.

    وَمَا أَصَابَكُمْ مِنْ مُصِيبَةٍ فَبِمَا كَسَبَتْ أَيْدِيكُمْ

    Dan apa saja musibah yang menimpa kamu maka adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahanmu).” (QS. Asy Syuraa: 30)

Semoga Allah senantiasa menjaga kita dan menyelamatkan kita serta memberikan kita kehidupan yang baik dunia dan akhirat. Wallahu a’lam