
1. Apabila ego sudah tidak bisa lagi dikendalikan, seakan-akan rumah mau meledak karena masalah sudah sangat menumpuk, maka kita perlu lagi memahami apa esensi dari pernikahan. Hakikat pernikahan adalah, ibadah, dan tidak bisa setengah hati dalam melanjalankan saat berada di kehidupan pernikahan. Jadi apabila ibadah maka intinya adalah mencari Ridho Allah Swt.
Yang halal pernikahan lebih kompleks lagi demi memperjuangkan keluarga kita, di samping kita harus bekerja mencari rezeki yang halal (jihad) berjuangan di jalan Allah, bersama Allah, untuk Meraih Ridha Allah ini niatnya, dan ketika mengalami hal-hal seperti kecelakaan kemudian mati dalam membangun rumah tangga yang sakinah ini, maka matinya kita adalah mati syahid Insya Allah.
Jadi yang nama jihad itu lagi-lagi kembali pada sungguh-sungguh, yang Man Jadda Wajada. Siapa yang bersungguh-sungguh maka dia akan berhasil ketika kita membangun rumah tangga kita menjadi rumah tangga yang Samawaa, sakinah mawaddah warahmah. Tidak ada manusia yang sempurna di muka bumi ini, tidak ada secantik apapun, sekaya apapun, sepintar apapun, pasti ada saja kelemahan dan kekurangan nya begitu pula dari sisi suami. Sedangkan apapun dia tetap ada kelemahannya atau sejelek apapun dia tetap ada kelebihannya tetap ada kebaikan ya yang ada pada dirinya sehingga kita harus melihat dengan adil kita itu melihatnya secara proporsional ini pasangan. Dari kelebihannya ini, kekurangannya ini, kelebihannya haruslah syukuri kekurangannya dilengkapi.
2. Cara terbaik untuk dicintai, maka cintailah. Jika kita ingin dihormati maka hormatilah pasangan. Cinta adalah memberi, dan jangan berharap mendapatkan.
3. Tingkatkan sabar, imu tertinggi dalam merawat pernikahan adalah sabar, karena kita berhadapat dengan manusia bukan dengan malaikat ataupun bidadari yang mempunyai kelebihan maupun kekurangan. Biasanya suami yang dewasa selalu melihat sikap spontan Wanita akan santai. Suami adalah kunci dari awetnya sebuah rumah tangga.
4. Syukur, selalu meningkatkan rasa syukur atas apa yang telah dianugerahkan oleh Allah Swt, atas pasangan. Perteballah rasa syukur itu untuk menebalkan keharmonisan rumah tangga. (ref)
*Narasumber SIPP FM dalam program “Rumahku Syurgaku”
*Praktisi ketahanan keluarga, spesialis anti selingkuh