Menu

Gaya Pengasuhan Anak

  Dibaca : 330 kali
Gaya Pengasuhan Anak
Ilustrasi

Setiap orang tua tentu ingin anaknya menjadi yang terbaik, berperilaku sesuai dengan yang diinginkan, sehingga orang tua mendidik anaknya dengan halyang mereka anggap terbaik atau paling tepat untuk anaknya. Namun, terkadang orang tua harus bisa memilah gaya pengasuhan seperti apa yang tepat  agar kebahagiaan dan kesejahteraan anak tetap ada.Setiap orang tua tentu ingin anaknya menjadi yang terbaik, berperilaku sesuai dengan yang diinginkan, sehingga orang tua mendidik anaknya dengan halyang mereka anggap terbaik atau paling tepat untuk anaknya. Namun, terkadang orang tua harus bisa memilah gaya pengasuhan seperti apa yang tepat  agar kebahagiaan dan kesejahteraan anak tetap ada.

Diana Baumrind membedakan gaya pengasuhan yang dilakukan orang tua menjadi 4 tipe. Berikut penjelasannya.

1. Gaya Pengasuhan Otoriter

Pada gaya pengasuhan ini, orang tua sangat membatasi anak dan memberikan hukuman dalam upaya membuat anak patuh dan mengikuti keinginan/ arahan orang tua. Orang tua dengan gaya pengasuhan seperti ini, memberikan batasan dan kontrol yang kuat kepada anak dan hanya terjadi sedikit komunikasi verbal. Misalnya, “Kamu lakukan seperti yang mama bilang!”, melarang anak tidak boleh melakukan ini itu tanpa ada alasan yang menjelaskan mengapa hal tersebut dilarang atau dibolehkan. Terkadang, orang tua dengan gaya pengasuhan otoriter seringkali memukul anak, memaksakan aturan tanpa ada penjelasan, serta menunjukkan kemarahan/ kekerasan.

Anak yang dibesarkan dengan gaya pengasuhan otoriter cenderung tidak bahagia, ketakutan, dan cemas jika dibandingkan dirinya dengan orang lain, gagal untuk mengambil inisiatif, dan kurang memiliki keterampilan komunikasi.

2. Gaya Pengasuhan Permisif

Gaya pengasuhan ini adalah kebalikan gaya pengasuhan otoriter. Orang tua membebaskan anak melakukan apa saja yang ingin mereka lakukan. Orang tua terlalu memanjakan anak dengan memberikan apa yang diinginkan anak. Hasilnya, anak tidak belajar mengontrol perilaku mereka. Orang tua melakukan ini biasanya beranggapan bahwa memberikan kehangatan dan sedikit batasan kepada anak akan membuat anak menjadi percaya diri dan kreatif. Namun biasanya anak akan cenderung tidak belajar menghargai orang lain dan kesulitan dalam mengontrol perilaku mereka. Mereka mungkin saja dominan, egois, tidak patuh, dan sulit dalam menjalin hubungan dengan temannya.

3. Gaya Pengasuhan Pengabaian

Orang tua dengan gaya pengasuhan cenderung tidak terlibat dengan kehidupan anak. Anak yang dibesarkan dengan gaya pengasuhan ini akan memiliki pandangan bahwa orang tua lebih mementingkan kehidupannya dari pada anaknya. Anak juga kurang memiliki kompetensi sosial, memiliki kontrol diri yang kurang dan tidak mandiri.  Mereka juga memiliki self-esteem yang rendah, tidak dewasa, dan menjauhkan diri dari keluarga.

4. Gaya Pengasuhan Autoritative

Gaya pengasuhan ini mendorong anak untuk mandiri tetapi masih menetapkan batasan dan orang tua tetap mengontrol perilaku anak mereka. Komunikasi verbal dilakukan cukup sering. Sebagai contoh, orang tua meletakkan tangannya di anaknya dan mengatakan, “Kamu tahu kamu tidak seharusnya berperilaku seperti itu. Ayo kita bicarakan/ temukan bagaimana caranya agar kamu dapat mengatasi situasi tersebut nantinya dengan baik”.
Orang tua dengan pengasuhan ini memberikan kenyamanan dan dukungan dalam merespon pembentukan perilaku anak.

Dari keempat tipe gaya pengasuhan, manakah yang paling baik/ cocok digunakan orang tua dalam mengasuh anaknya?

Gaya pengasuhan autoritative lebih disarankan bagi orang tua dalam pengasuhan anak. Karena gaya ini lebih mengedepankan logika dan pikiran yang positif dan jarang menggunakan hukuman. Orang tua membuat aturan yang jelas, namun tetap mendengarkan, menjelaskan, dan bernegosiasi dengan anak.

Orang tua lebih bisa membaca perasaan dan kemampuan anak, dan orang tua juga mendukung perkembangan anak dalam banyak hal. Orang tua dan anak menjalin komunikasi yang sangat baik dengan kontrol dan dukungan yang seimbang.  Dalam hal ini, orang tua memberikan kesempatan kepada anak untuk mengutarakan apa saja yang diketahuinya. Jadi anak di sini mempunyai penyesuaian yang baik terhadap teman dan lingkungan di sekitarnya.

(Disampaikan oleh Meria Susanti, M.Psi.,Psikolog dalam Talkshow Parenting Clinic Radio SIPP FM)
SIPP FM
Editor:
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!
Loading the player...

ig: @sippfm

PROGRAM

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional