Menu

Berapa Sih, Gaji Seorang Khalifah?

  Dibaca : 110 kali
Berapa Sih, Gaji Seorang Khalifah?

Abu Bakar ra termasuk pebisnis yang sukses. Imam Jalaluddin as-Suyuthi (kitab Tarikhul Khulafa’) menyebutkan Abu Bakar ketika masuk Islam, uang tunai milik Abu Bakar berjumlah 40.000 dinar (setara Rp94 miliar).

Sebagai pebisnis sukses kegiatan Abu Bakar adalah berjualan pakaian di Pasar Baqi Madinah. Bahkan, sehari setelah dilantik menjadi khalifah Abu Bakar terlihat berjalan menuju pasar untuk berjualan.

Umar bin Khaththab melihatnya dan bertanya,
“Mau ke mana, Ya Khalifah ?”

Abu Bakar menjawab : “Mau ke pasar.”.

“Kalau anda sibuk berdagang, bagaimana tugas menjadi khalifah?” tanya Umar.

“Kalau aku tidak bekerja, bagaimana aku memberi makan keluargaku?” kata Abu Bakar.

Umar bin Khattab berkata, “ Kalau begitu kita kita konsultasikan dengan Abu Ubaidah al-Jarrah. Karena dia adalah kepercayaan umat. Biar dia menentukan uang gaji untukmu dari Baitul Mal.”

Karrna khalifah yang memiliki tanggung jawab besar bagi umat, mereka kemudian berdiskusi agar Abu Bakar tidak lagi disibukkan dengan mencari nafkah utuk keluarga.

Hasil konsultasi tersebut menetapkan Gaji Khalifah sebesar keperluan makan seorang biasa, (bukan dari golongan kaya dan juga bukan dari golongan miskin). Menurut riwayat lain disebutkan gajinya sebesar 300 dinar (setara Rp 700jt) pertahun setara dengan Rp 58jt/bln.

Meskipun gaji khalifah sebesar itu, Abu Bakar tidak pernah mengambil seluruhnya gajinya. Pada suatu hari istrinya berkata kepada Abu bakar, “Aku ingin membeli sedikit manisan.”

Istrinya berkata, “Jika engkau ijinkan, aku akan mencoba untuk menghemat uang belanja kita sehari-hari, sehingga aku dapat membeli manisan itu.”

Abu Bakar menyetujuinya. Maka mulai saat itu istri Abu Bakar menabung sedikit demi sedikit, menyisihkan uang belanja mereka setiap hari. Beberapa hari kemudian uang itu pun terkumpul untuk membeli makanan yang diinginkan oleh istrinya. Setelah uang itu terkumpul, istrinya menyerahkan uang itu kepada suaminya untuk dibelikan bahan makanan tersebut.

Namun Abu Bakar berkata, “Nampaknya dari pengalaman ini, ternyata uang tunjangan yang kita peroleh dari Baitul Mal itu melebihi keperluan kita.” Lalu Abu bakar mengembalikan lagi uang yang sudah dikumpulkan oleh istrinya itu ke Baitul Mal. Dan sejak hari itu, uang tunjangan beliau telah dikurangi sejumlah uang yang dapat dihemat oleh istrinya.

Pada saat wafatnya, Abu Bakar hanya mempunyai sebuah sprei tua dan seekor unta, yang merupakan harta negara. Ini pun dikembalikannya kepada penggantinya, Umar bin Khattab. Umar pernah mengatakan, “Aku selalu saja tidak pernah bisa mengalahkan Abu Bakar dalam beramal shaleh.”

Disarikan dari berbagai sumber.

Editor:
Tags
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!


Streaming Provider by :
KLIKHOST.com

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional