Menu

Aktivis Berprestasi, Siapa Takut?

  Dibaca : 55 kali
Aktivis Berprestasi, Siapa Takut?

Cemerlang dalam studi di sekolah, sekaligus sukses mengelola organisasi ternyata butuh kecakapan tersendiri. Tidak mudah, tapi juga tak mustahil bisa mewujudkannya. Tergantung bagaimana seseorang mampu mengelola ‘kesibukannya’ dengan baik.

Bagi sebagian pelajar / mahasiswa, sibuk di organisasi atau kegiatan ekstra kurikuler akan banyak menyita waktu belajar. Sehingga kegiatan ekskul dianggap ‘pencuri waktu’. Ada juga yang kebablasan, justru super sibuk dengan berbagai kegiatan ekskul, sehingga lupa belajar. Akhirnya menjadikan alasan ekskul sebagai kambing hitam kegagalan studi. Namun ada pengecualian, tak sedikit dari mereka yang bisa sukses di keduanya, studi dan organisasi.

Tema ini menjadi topik obrolan ‘School on The Air‘ di radio SIPP FM, Sabtu (3/8) siang. Talk show yang dipandu oleh sahabat siar Fahmi Al Fatih kali ini menghadirkan dua bintang tamu, Fikri dan Iqbal, siswa Madrasah Aliyah Perguruan Islam Ar Risalah Padang. Fikri merupakan Presiden Badan Eksekutif Siswa (BES) MA Ar Risalah periode 2018-2019, sementara Iqbal menjabat sebagai Menteri Luar Negeri-nya BES Ar Risalah.

Menurut Fikri, sukses belajar dan berorganisasi sangat ditentukan oleh bagaimana cara kita mengelola waktu yang dimiliki. Karena masing-masing memiliki waktu tesendiri, tergantung bagaimana cara kita mengoptimalkan waktu tersebut.

“Masing-masing kita harus punya planning. Ada waktu untuk beraktivitas (organisasi -red), ada waktu untuk belajar. Jadi pas waktu belajar di kelas, harus benar-benar dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya, supaya saat waktunya beraktivitas lain atau berorganisasi, nggak mikirin belajar lagi,” tutur siswa bernama lengkap Muhammad Ihsanul Fikri itu.

Hal senada juga disampaikan oleh Iqbal. Ia tak setuju jika studi dan berorganisasi dibenturkan, dan dijadikan alasan untuk mengabaikan salah satunya.

“Jika seseorang sudah memiliki jadwal yang rapi, maka baik aktivitas belajar maupun berorganisasi akan stabil dan teratur. Sehingga tak akan ada benturan satu dengan yang lainnya”, timpal remaja asal Solok itu.

Selain masalah waktu, Fikri dan Iqbal juga memyampaikan beberapa rahasia sukses belajar maupun berorganisasi. Diantaranya adalah mau berusaha lebih baik, belajar dari banyak pengalaman, serta kekurangan yang pernah terjadi. Disamping itu juga harus menyiapkan mental untuk menghadapi tantangan, siap menerima kritikan dan terus belajar. Karena kritikan itu sejatinya akan semakin medewasakan.

Ada tips menarik yang mereka sampaikan untuk para ‘sahabat milenial’ terkait kesuksesan. Iqbal menyebutkan ada empat kunci sukses yang harus diperhatikan, antara lain: Pertama: Menjaga shalat 5 waktu dan membaca Al Qur’an, ke dua: senantiasa melaksanakan shalat tahajjud, ke tiga: jangan pernah melukai hati orang tua, dan yang ke empat: selalu berdoa.

Sementara Fikri memberikan closing statement dengan mengutip sebuah kalimat hikmah yang berbunyi;

Ketika kamu hidup untuk membahagiakan orang lain, maka Allah akan mengutus seseorang yang hidup untuk membahagiakanmu. Maka tidak ada balasan kebaikan kecuali dengan kebaikan pula.”

Redaksi: mc

Editor:
Tags
KOMENTAR

Komentar

Jadilah orang pertama yang memberikan komentar!


Streaming Provider by :
KLIKHOST.com

Theme Wordpress Untuk Portal berita Professional